P5 (Tema Kewirausahaan)

PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA


A.      Deskripsi Singkat Proyek

Projek kokurikuler atau Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila memberikan kesempatan pada peserta didik untuk belajar di lingkungan sekitar untuk menguatkan kompetensi Profil Pelajar Pancasila. Projek ini didesain agar peserta didik dapat membuat perencanaan usaha dengan memanfaatkan sumber daya lokal. Melalui projek ini diharapkan peserta didik mampu membekali diri untuk bersaing di dunia global melalui tema kewirausahaan.

Pada akhir pelaksanaan proyek maka sekolah akan membuat laporan perkembangan profil pelajar Pancasila yang sudah terbangun pada diri peserta didik melalui kegiatan wirausaha khususnya dengan membuka stand bazar. Fokus dari proyek ini adalah pembuatan perencanaan usaha. Setelah peserta didik mendapatkan ide produk yang akan dibuat, peserta didik akan dibimbing untuk membuat produk tersebut sampai dengan memasarkan produk tersebut.

Indikator keberhasilan proyek ini bukan sekedar hasil produk peserta didik, melainkan karakter wirausaha yang tertanam pada peserta didik. Peserta didik diberikan kebebasan ide, cara dan strategi untuk membuat produk sampai memasarkan produk tersebut. Hal yang terpenting dari proyek ini adalah peserta didik dapat melihat peluang usaha yang dapat dimanfaatkan dikehidupan peserta didik ke depan.


B.  Relevansi Tema dan Topik Proyek untuk Sekolah


Salah satu agenda strategis pembangunan kepemudaan adalah menciptakan generasi penerus masa depan bangsa yang tangguh, mandiri, dan berdaya saing, terlebih untuk memasuki era Revolusi Industri 4.0 dan peluang bonus demografi. Menyadari pentingnya peran dan fungsi yang melekat pada pemuda, maka pemerintah Indonesia berusaha untuk mengembangkan segenap potensi yang ada melalui penyadaran, pemberdayaan, pengembangan kepemudaan di segala bidang, sebagai bagian dari pembangunan nasional. (Statistik Pemuda Indonesia 2020).


Penyadaran dan pengembangan sikap wirausaha kepada siswa SMA usia pemuda 16-18 tahun merupakan bagian dari kewajiban sekolah dalam menyiapkan pengetahuan, sikap dan keterampilan yang dibutuhkan untuk bekal kehidupan di dunia nyata. Sekolah memberikan pengenalan, bimbingan, dan pendampingan bagi siswa dalam mengenal, memahami, dan menumbuhkan nilai-nilai luhur dalam tema kewirausahaan. Sekolah dapat menjadi ekosistem bagi siswa untuk belajar dan menggali pengalaman. Siswa yang memiliki daya kreasi dan inovasi yang tinggi, visioner, berjiwa pemimpin, mandiri, berkomitmen, pantang menyerah adalah siswa yang akan memberikan kontribusi positif dalam perannya di kelas, sekolah, dan masyarakat baik secara akademik maupun non-akademik.


Kewirausahaan adalah salah satu program yang bertujuan mengembangkan ide, tujuan dan peluang secara lebih dalam. Kewirausahaan menjadi salah satu usaha sekolah untuk menciptakan pengusaha yang inovatid namun tetap religius. Pengusaha yang baik adalah seorang yang selalu mengembangkan dirinya dan mendelegasikan pekerjaannya untuk dirinya sendiri maupun orang lain.

Modul ini dibuat sebagai panduan bagi guru SMA Negeri 1 Sragi dalam membekali peserta didik untuk dapat membangun jiwa wirausaha yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga menjadi bekal mereka untuk masa depan. Proyek kewirausahaan dengan sub tema “Wirausaha Kreatif, Wirausaha Inovatif” adalah upaya sekolah untuk membangun midset atau cara berfikir baru dalam mengolah bahan baku lokal menjadi makanan inovatif yang diminati masyarakat. Harapannya peserta didik mampu menjadi sumber daya manusia yang unggul dan berprofil pelajar Pancasila melalui proyek ini.


Ada tiga dimensi utama yang akan dikembangkan dalam Proyek Profil Pelajar Pancasila dengan tema ini : (1) beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, (2) mengembangkan profil gotong royong, (3) mengembangkan kreatifitas berfikir dan bertindak, (4) bernalar kritis. Untuk itu dalam implementasi proyek ini ada keterampilan yang dilatihkan kepada peserta didim yakni keterampilan berfikir komputasi atau computational thinking. Proyek ini merupakan proyek kolaborasi antar mata pelajaran yang melibatkan seluruh mata pelajaran terkait. Indikator dari elemen profil belajar Pancasila yang dikembangkan diukur oleh suma guru mata pelajaran sesuai dengan tahapan proyek yang sesuai dengan target pembelajaran.



C.       Tujuan, Alur, dan Target Pencapaian Proyek


Dengan mengangkat tema Kewirausahaan dan mengacu kepada dimensi Profil Pelajar Pancasila, Proyek “Wirausaha Kreatif, Wirausaha Inovatif” ini bertujuan untuk membangun kesadaran, menggali potensi diri dan daerah, serta memberdayakan pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki dalam mengembangkan wirausaha.


Projek ini terdiri dari 5 tahap: pengenalan, kontekstualisasi, perencanaan, aksi, dan refleksi. Tahap pengenalan dan kontekstualisasi adalah bagian dari penyadaran kewirausahaan. Mengacu pada Program Kewirausahaan Pemuda, kedua tahap ini dimaksudkan untuk memberikan dorongan dan pemacu untuk tumbuh dan berkembangnya sikap mental, cara pandang (mindset) serta motivasi untuk berwirausaha. Program penyadaran ini ditujukan untuk menumbuhkan beberapa sikap mental yang dibutuhkan untuk menjadi seorang wirausahawan.  Hal ini sangat penting dilaksanakan mengingat motivasi sebagian besar pemuda Indonesia untuk berwirausaha masih cukup rendah.


Tahap berikutnya adalah perencanaan, aksi, dan refleksi. Mengacu pada Program Kewirausahaan Pemuda, ketiga tahap ini dilaksanakan untuk memberikan bekal pengetahuan dan ketrampilan kepada pemuda dalam mengembangkan wirausaha. Pengetahuan dan ketrampilan yang diberikan setelah pemuda tersebut sadar akan pentingnya berwirausaha, sehingga mereka memiliki motivasi dan sikap mental untuk berwirausaha dengan mengembangkan ide-ide usaha yang ada.

 

Diharapkan, melalui pengalaman belajar pada Program Kewirausahaan dengan Projek “Wirausaha Kreatif, Wirausaha Inovatif”, dapat tumbuh generasi muda yang memiliki daya kreasi dan inovasi yang tinggi, visioner, berjiwa pemimpin, mandiri, berkomitmen, pantang menyerah, dan mampu mengambil bagian masa depan bangsa yang berdaya dalam memperkuat ekonomi nasional

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Biografi Gufron Syarif (Pendiri HAUS!)

Lampiran 7.2 Kearifan Lokal Dalam Praktik Bisnis di Indonesia